MASALAH PENDIDIKAN DI INDONESIA

Berikut terdapat beberapa pandangan kawan kawan di proyek ketika kami berbincang bincang tentang masalah pendidikan yang baik agar dapat membentuk siswa menjadi figur yang kreaktip.

·        Seharusnya siswa bukan mengejar nilai kuantitatif tetapi nilai kualitatip. Nilai kualitatip dapat menyebabkan persaingan angka yang menimbulkan benih persaingan ± antara satu sama lain siswa, sikap tidak sehat ini akan terus tumbuh sejak SD.

Nilai kualitatip dapat dinyatakan seperti: penguasaan suatu bidang kurang bagus dan perlu perbaikan seperti melakukan tugas dstnya.

·        Sasaran anak anak di sekolah hanya dua yaitu: suka dan bisa,

Kalau anak tidak suka satu pelajaran, maka tanya kenapa. Orang tua perlu membantu seperti melakukan game-game sehingga anak menjadi suka. Kalau anak tidak bisa, maka tugas orang tua berihtiar agar anak menjadi bisa, apakah dengan guru les dsbnya.

Kalau anak sudah suka dan bisa maka hasilnya pasti bagus dan didiklah anak agar bersifat sportip, contohnya apabila temannya lebih bagus nilainya, harus besar hati untuk mengucapkan selamat kepada teman yang sukses dan menjadi motivasi baginya agar dapat mengikutinya.

·        Jangan tegur anak dengan kata: kalau nilaimu jeblok, maka kamu akan jadi anak bodoh ( ini memvonis dan doa orang tua ) tapi ucapkan kalau nilaimu jeblok, belajar lebih giat agar jadi anak pintar. Jadi jangan menakuti anak anak seperti jangan ceroboh dijalan, nanti ketabrak, tapi jangan ceroboh dijalan agar kamu selamat.

·        Di Luar negeri pelajaran sejarah dan essay merupakan yang tersulit sedang matematika adalah alat untuk menghitung sehingga wajib tahu tapi bukan sangat utama seperti di kita. Penguasaan sejarah menumbuhkan nasionalisme dan kemampuan essay untuk bisa berkomunikasi dengan baik. Pelajaran ahlak bisa masuk dalam karya essay agar terbentuk siswa yang ber pekerti baik. Belajar ilmu eksak tidak dengan menghafal rumus sehingga jadilah kita seperti operator yang hanya tahu memakai/menjalankan alat or rumus saja tanpa pernah tahu why dan belajar bagaimana membuat atau mengembangkan nya.

 

Tung Desem Waringin dalam buku Finansial Revolution ada menulis tentang seorang pelajar yang divonis bodoh oleh sekolahnya, ternyata berhasil menjadi pelajar terbaik dan ahirnya menjadi pengusaha yang sukses.

 

 

ORANG TUA ADALAH SANG MOTIVATOR

1.     Dari kalimat yang diucapkan setiap hari oleh sang orang tua pada anak mereka, Jika yang diperoleh sang anak tiap hari adalah motivasi negatip seperti: anak bodoh, tolol dll, maka kata itu akan menjadi rekaman penting di otak sang anak dan dia akan bersifat negatip terhadap problem hidupnya.

2.     Anakpun belajar motivasi hidup dari keteladanan yang diberikan kedua orang tuanya. Orang tua yang optimis dalam menghadapi kesulitan hidup dan selalu positip, akan membuat si anak mempunyai rekaman positip bagaimana seharusnya menjalani  kesulitan yang sedang dihadapi.

3.     Orang tua yang selalu mengajarkan untuk selalu memiliki harapan, akan mempunyai anak yang mampu berjuang mempertahankan hidupnya dan tidak mengenal putus asa.

4.     Orang tua yang selalu sinis takala tetangganya sukses akan menghasilkan anak yang selalu negatip atas kesuksesan orang lain

 

~ oleh iskandar mt pada Agustus 29, 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: