PENDEKATAN SECARA ISLAMI

Sinopsis

Kita mengetahui bahwa berhasilnya program sebuah perusahaan akan banyak ditentukan oleh dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh jajaran yang ada di tubuh perusahaan di samping dilakukannya audit secara komprehensif terhadap kerangka manajemen dari perusahaan tersebut. Dukungan dan partisipasi aktif dari orang lain ( istilah yang lebih menantang daripada digunakan istilah karyawan perusahaan ) baru akan didapat apabila strategi perusahaan “dapat dimengerti dan dapat diterima penuh” oleh mereka. Seorang tokoh orientalis dari zaman mutakhir ini Michael H. Hart telah mencatat bahwa Nabi Muhammad SAW adalah manusia satu – satunya yang paling berpengaruh dalam sejarah umat manusia dan paling berhasil dalam mempengaruhi dan mengajak orang dalam menjalankan syiar Islam. Mempelajari dan mengikuti langkah – langkah seperti yang dilakukan Rasulullah akan merupakan ibadah selama cermin diri, niat dan upaya yang dilakukan semata – mata Lillahi Ta’ala.

 

Perilaku Nabi Muhammad SAW dalam Mengajak Orang

Kita sebagai pribadi tentunya banyak menaruh perhatian terhadap apa yang kita inginkan dan perhatian atas keinginan ini berjalan seumur hidup kita. Tetapi ingatlah bahwa orang lain pun sama seperti kita, mereka pun sangat memperhatikan apa yang mereka inginkan. Oleh karena itu jalan yang terbaik untuk mempengaruhi orang lain adalah dengan memperhatikan apa yang mereka senangi dan menunjukkan kepadanya cara mendapatkan apa yang mereka inginkan. Renungkanlah ini!.

Seandainya kita hendak memerintah seseorang agar mengerjakan sesuatu yang sesuai dengan keinginan kita atau misalnya sebagai seorang guru kita tidak ingin murid – murid kita main – main di kelas, atau kita ingin menyuruh orang lain meninggalkan adat leluhurnya agar tidak dicampur adukkan dengan ajaran agama. Janganlah kita berceramah di depan mereka dan mengatakan bahwa apa yang mereka perbuat itu tidak baik apalagi sampai mengecamnya. Ini adalah sesuatu yang sangat sulit berhasil dan anda hanya akan membuang – buang tenaga saja. Juga jika anda mengaku sebagai seorang pendidik, tetapi hanya tau tentang nilai – nilai baik dan buruk saja, namun tak perduli akan jiwa si anak didik; maka anda akan sulit untuk berhasil dalam melaksanakan pendidikan tersebut.

·        Baiklah, sebagai ilustrasi mari kita ikuti halusnya cara Nabi Muhammad menyuruh para sahabatnya untuk bergerak ke garis depan, berjihad berjuang untuk membela agama Allah, Islam. Beliau selalu memulai perkataannya dengan : “Wahai kaum Mukminin, saya telah mencium bau syurga, maka barangsiapa ingin masuk surga (mati syahid), majulah ke medan perang…..dst“.

·        Tatkala datang perutusan Najran dari Yaman untuk menyatakan ke Islaman mereka dan meminta kepada Nabi Muhammad SAW agar dikirim bersama mereka seorang guru untuk mengajarkan Al-Qur’an dan ash-Sunnah serta seluk beluk Islam, maka Nabi Muhammad SAW tidak langsung memberi perintah kepada salah seorang sahabat, melainkan berkatalah beliau dengan nyaring: “Baiklah akan saya kirim bersama tuan – tuan seseorang yang terpercaya, benar – benar terpercaya!, Yang benar – benar terpecaya!”. Rupanya perkataan Nabi Muhammad SAW seperti di atas merupakan pancingan terhadap para sahabat, sehingga hasilnya para sahabat masing – masing sangat bersemangat untuk diutus oleh Nabi Muhammad SAW dan masing – masing berharap agar pilihan itu jatuh pada dirinya, hingga beruntung mendapat pengakuan dan kesaksian yang tak dapat diragukan lagi kebenarannya. Umar bin Khattab sendiri menceritakan sebagai berikut: “Sesungguhnya aku tak pernah berangan – angan untuk menjadi Amir, tetapi ketika itu aku tertarik dengan ucapan Rasulullah dan mengharapkan agar yang dimaksud oleh beliau itu adalah aku sendiri. Kami segera berangkat untuk shalat dhuhur. Dan tatkala Rasulullah selesai mengimani, beliau memberi salam, lalu menoleh ke sebelah kanan dan kiri. Aku mengulurkan badan agar kelihatan oleh beliau, tetapi beliau masih saja melayangkan pandangannya mencari – cari hingga akhirnya tampaklah olehnya Abu Ubaidah, maka dipanggilnya dia seraya bersabda:’Berangkatlah anda bersama mereka, dan selesaikanlah seandainya terjadi perselisihan diantara mereka dengan cara yang benar….!’. Maka dengan senang dan bangga atas perintah Nabi itu, Abu Ubaidah pun pergi bersama dengan orang – orang Najran itu”.

·        Dalam peristiwa persiapan perang Tabuk, Nabi Muhammad SAW memerintah Ali bin Abi Thalib agar tinggal bersama keluarganya. Dengan adanya kejadian itu orang – orang munafik itu. Maka Ali segera menemui Nabi dan mengadukan kepada beliau tentang ucapan yang telah didengarnya itu sambil mengusulkan untuk turut berperang. Menghadapi masalah yang sebenarnya agak rumit ini, maka Nabi Muhammad SAW cukup menjawabnya dengan sebuah pertanyaan: “Apakah engkau tidak rela kalau engkau bagiku bagaikan Harun bagi Musa?”. Nah, dengan pertanyaan itu rasa rendah dan rasa dihina oleh orang – orang munafik dalam diri Ali hilang seketika.

 

Hikmah yang Dapat Dipetik dari Perilaku Rasulullah

Dari kejadian di atas marilah kita tarik beberapa buah hikmah yaitu :

 

1. Untuk mengajak seseorang agar melakukan sesuatu yang baik dapat dilakukan dengan cara membangkitkan suatu keinginan yang kuat pada orang itu. Dasarnya tanyalah dahulu kepada diri sendiri:

·        “Bagaimana aku dapat mengemas ajakan baik ini sedemikian rupa agar mereka mau melakukan atas kemauan sendiri dan tidak merasa terpaksa / dipaksa?”.

·        “Bagaimanakah kira-kira jika ajakan itu untuk diri kita, apakah tidak keberatan dan bagaimana agar buat kita sendiri hal itu menjadi pantas?”.

2. Jika di dunia ini ada rahasia keberhasilan, maka rahasia itu terletak pada kecakapan untuk melihat melalui kecamata orang lain.

 

Penutup

Imam at-Thirmidzi meriwayatkan bahwa suatu ketika Anas r.a bertanya kepada Nabi Muhammad SAW: “Ya Rasulullah, apakah kami tidak boleh menyuruh orang berbuat baik sebelum kami mengerjakan semua kebaikan?, Dan tidak bolehkah kami melarang orang berbuat jahat, sebelum kami menjauhi sebelumnya?”. Maka Nabi Muhammad SAW menjawab: “Bahkan suruhlah orang berbuat baik, walaupun Anda belum meninggalkan semuanya!”.

~ oleh iskandar mt pada Mei 5, 2008.

2 Tanggapan to “PENDEKATAN SECARA ISLAMI”

  1. […] PENDEKATAN SECARA ISLAMI […]

  2. […] Artikel ini di peroleh dari sini Ditulis oleh rohisku Disimpan di Uncategorized […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: