MENCARI REZEKI DENGAN MATA HATI

Sewaktu naik Lion ke Jakarta saya baca inflight Magazine yang cukup menarik isinya tentang “mencari rezeki dengan mata hati”.

Lebih kurang intisari isinya adalah menceritakan cara mendapatkan rezeki dari seniman jalanan alias pengamen.

 Kita tentu pernah makan malam direstoran pinggiran atau café. Disaat kita baru menyuap nasi dan ayam bakar ke mulut kita, datanglah satu atau dua orang pengamen yang kadang tanpa babibu langsung menyanyikan satu buah lagu yang terkadang suaranya terasa fals. Kemudian sang pengamen menyorongkan kaleng atau plastik kantongan untuk meminta sumbangan dari kita. Terkadang tanpa memperdulikan kita sedang menyuap nasi mereka mengeluarkan bunyi bunyian dari uang recehan yang diketuk ketukkan agar kita segera memberikan sumbangan. Dengan tersenyum sedikit dongkol (?), kita merogoh kocek untuk mengambil dan menyerahkan uang seribu rupiah kepada pengamen tersebut agar kita tidak diganggunya lagi. Ditempat lain sang pengamen melakukan hal serupa yang terkadang diacuhin konsumennya. Malam itu mungkin mereka bisa mengantongi uang kira kira dua puluh ribuan. Inilah tipe pengamen PERTAMA. Di cafe lain, kami pernah diajak makan malam bersama. Saat itu kami melihat beberapa pengamen yang ada tidak mendatangi meja meja pengunjung, tapi mereka dengan pakaian yang rapi berdiri disatu sudut ruangan, menyanyikan lagu yang cocok dengan suasana ruangan sambil terkadang mempersilahkan pengunjung request lagu yang diminati. Mereka tidak menyodorkan kantongan plastik ke pengunjung, tapi meletakkan kotak disudut pintu keluar ruangan. Kami melihat para pengunjung yang pulang sambil tersenyum memasukkan uang kertas rata rata dengan nominal lima – sepuluh ribuan  ke kotak sudut tersebut. Dapat dipastikan malam itu pengamen KEDUA ini  bisa mengantongi  uang setidak tidaknya sepuluh kali lebih banyak dibanding pengamen pertama. Di waktu dan di restoran lain, ada sekelompok pemuda yang berpakaian etnis dan sopan menyanyikan lagu etnis daerahnya dengan paduan suara yang demikian sejuk dan memukau. Mereka tidak menyodorkan kantongan plastik atau meletakkan kotak uang, tetapi mereka meletakkan CD lagu lagu  rekaman suara mereka dalam kotak yang disusun rapi dibeberapa sudut ruangan. Mereka menjelaskan bahwa CD lagu lagu mereka boleh diambil gratis jika berminat dan mereka menyampaikan bahwa misi mereka atas nama daerah mereka adalah mencari bantuan atau sumbangan untuk membantu anak anak di daerah mereka yang putus sekolah. Apa yang terjadi, uang yang masuk rata rata rupiah berwarna biru dan merah dan Pengamen KETIGA ini  bisa mengantongi  uang minimal cukup banyak dan pasti melebihi dibanding pengamen pertama dan kedua. Hal yang serupa pernah juga kami alami ketika kami dinas di Jepang dulu.Kami pernah jalan jalan ke daerah penjualan elektronika Akihabara.  Saat itu kami melihat ada sekelompok pemuda dari Amerika Latin yang mengamen disudut jalan. Mereka membawakan lagu lagu latin dengan apiknya dan mereka meletakkan CD lagu lagu latin rekaman suara mereka dalam kotak juga.  Dan dipasang poster dengan kalimat silakan ambil CD ini dan anda boleh menyumbangkan uang anda untuk menyelamatkan hutan kami. Kenyataannya kami melihat cukup banyak yen yang masuk kekotak tersebut.    Inti dari tulisan diatas adalah jika anda mencari rezeki atau memberikan pelayanan dengan melibatkan mata hati yang disertai niat yang tulus, maka kemungkinan besar anda akan mendapatkan sesuatu yang lebih dari perkiraan pada umumnya. Carilah rezeki dengan menggunakan mata hati dan bukannya dengan mata duitan. 

Wassalam.

Iskandar MT

~ oleh iskandar mt pada Maret 26, 2008.

3 Tanggapan to “MENCARI REZEKI DENGAN MATA HATI”

  1. […] Februari 24, 2009 MENCARI REZEKI DENGAN MATA HATI […]

  2. we like this….sangat menginspirasi…
    best regard,

    rizki borneo

  3. nice post…semoga para pencari rezeki di negara ini selalu menggunakan mata hatinya.aamiin.
    http://kafebuku.com/gaptek-gampang-praktek-menjemput-rezeki-tak-disangka/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: