‘N Cole Aromatherapy Honey Soap

•Januari 27, 2012 • 1 Komentar

Ketika membeli produk sabun, lihatlah daftar komposisi bahan pembentuknya.

Berikut ini adalah daftar bahan aditif yang dapat merugikan kesehatan kulit :

  •  Surfactant : Sodium Lauryl Sulfate, DEA Lauryl Sulfate, Sodium Laureth Sulfate yang digunakan sebagai pembentuk busa dan masih ramai diperdebatkan sebagai penyebab kanker dan polutan berbahaya. Penghasil busa ini tidak hanya membersihkan area yang terpapar tapi juga mengangkat kelembapan dari lapisan atas kulit.


  • Solvent (lubricant) : Dipropylene Glycol (DPG), Isopropyl Myristate (IPM). Digunakan sebagai pelembab buatan, dapat meresap ke dalam kulit dan mencapai pembuluh darah yang dikhawatirkan dapat merusak hati dan organ lain.


  • Preservative, Stabilizer, Antioxydants : Tetrasodium EDTA, Trisodium etidronate, BHT yang merupakan pengawet sintetis yang dapat memicu iritasi dan alergi.

 

 ‘N Cole Aromatherapy Honey Soap sama sekali tidak menggunakan ketiga jenis bahan tersebut di atas, sehingga ‘N Cole Aromatherapy Honey Soap benar – benar sabun mandi green natural eksklusif yang memiliki semua manfaat sabun untuk membersihkan tubuh dan aman untuk kesehatan kulit. Pemakaian sabun natural ini dapat mengencangkan dan menghaluskan kulit, menghilangkan flek-flek hitam, serta aromanya dapat menenangkan pikiran.

 

Ingredients :

  •  Minyak Kelapa Murni dan Madu Asli, mengandung vitamin anti oksidan alami (C dan E)
  •  Glycerine, pelembab yang ramah dan aman di kulit
  • Cocoamide DEA, penstabil busa yang terbuat dari minyak kelapa
  •  Minyak Atsiri murni
  • Aqua, Sodium Hydroksida, Etanol, Stearic acid, Sucrose, Citric Acid, Sodium chloride, Food Grade Color dan Fragrance.

 

Aman…..

•September 8, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Untung saja blog ini msh bs dipergunakan…. Maaf y bagi rekan2 yg sdh menunggu jawaban dr saya…. Next time i’ll see you again….

Tuntutlah ilmu walau sampai ke Negeri Cina

•September 13, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Saya teringat teman di GE77 yaitu pak Lisminto ketika menjalankan bisnis Biodiesel di Perbaungan Medan. Beliau mengatakan dalam menjalankan bisnis, kita selalu kalah dengan orang Tionghoa/ Cina ( istilah mana yang lebih cocok ya? ) karena ibarat dalam pertandingan sepak bola, lawan kita selain pinter dan ulet, jangan-jangan wasitnya juga bisa mereka atur sehingga sulit bagi kita untuk menang.

Sekarang ini kami lagi menjalankan hobi di KIM medan.  Kalau kita teliti siapa pemilik hampir semua  pabrik yang ada di Kawasan Industri Medan ( KIM ) termasuk siapa pemilik hampir semua komplek perumahan mewah dllnya, maka kita perlu berfikir seperti apa kita mempersiapkan masa depan anak kita termasuk juga halnya Pemerintahan ini dalam mempersiapkan masa depan bangsanya.

Sebagian dari masyarakat kita sudah dari dulu memiliki sikap selalu ingin menjadi Amtenaar ataupun pegawai dan baru pada usia mendekati pensiunan mulai berfikir ( dan terpaksa ) jadi wira usaha dengan kecerdasan dan energik kerja yang sudah lebih banyak lupanya, Yah pasti kalah dalam segalanya ( termasuk motivasinya ) dibanding etnis Tionghoa yang sudah sejak kecil ditanamkan sikap wira usaha dengan membantu bisnis orang tuanya.

Memang ada juga masyarakat pribumi yang jadi pengusaha sukses, tapi kalau dilakukan statistik dari segi: Jumlah, Besar usaha dan Permodalan, Tingkat Kesuksesan dll, rasanya kita mungkin kalah ya. Hal ini yang disadari secara serius oleh Pak Mahatir dahulu dengan UMNOnya barangkali.

Saya kadang suka tersenyum sendiri melihat beberapa hal di Medan; ada usaha minyak nabati yang malang melintang di Medan mereknya minyak goreng “Barokah”: tapi yang punya pengusaha Tionghoa non muslim.( Pak Munir Abdullah kenal benar orang itu ).

Dan tahukah anda bahwa Milmar Group sebagai raja CPO Dunia yang pabriknya meraja lela di Sumatera dipimpin oleh Martua Sitorus ( namanya masuk Forbes billionaire List) adalah anak Tionghoa dari Siantar yang dapat marga kehormatan Sitorus.dari masyarakat Batak.

Bukan hanya kita, dunia juga mengakui keberhasilan Negara Cina dengan Pertumbuhan Ekonominya yang fantastis ( yang merupakan kampung leluhur warga Tionghoa Indonesia ).

Mungkin hadits dho’if ataupun maudhu’ yang berbunyi:

اُطْلُبُوْا العِلْمَ وَلَوْ في الصِّينِ

“Tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negeri Cina.”

ada benarnya (meskipun cuma sekedar motivasi untuk menuntut ilmu walaupun sangat jauh tempatnya, karena menuntut ilmu sangat penting sekali). Memang negeri Cina banyak memiliki khazanah kekayaan ilmu pengetahuan. Ilmu ketabiban Cina sejak zaman dahulu sudah sangat terkenal. Para tabib Cina terkenal kepiawaiannya di seantero jagad. Bahkan hingga hari ini mereka pun tetap unggul di bidang kedokteran modern. Orang Cina disebut-sebut sebagai penemu kertas dan mesiu yang pertama kali dalam sejarah.

Yang menarik, negeri Cina di masa khulafaurrasyidin telah bersentuhan dengan para shahabat. Bakan di masa khalifah Utsman bin Affan, bangsa itu telah memeluk agama Islam. Meski belum seluruhnya.

Namun boleh dibilang bahwa Islam sebagai agama telah masuk ke Cina terlebih dahulu dari pada Nusantara.

Bahkan para sejarawan meyakini bahwa sebagian dari penyebar agama Islam di tanah Jawa adalah para da’i dari negeri Cina. Bahkan model pakaian orang Cina menjadi pakaian khas umat Islam di negeri kita.

Baju ‘koko’ konon model baju Cina yang kni terlanjur menjadi model baju para kiai, ustadz, dan penceramah.

SARAN DAN APLIKASI ZERO MIND PROCESS

•Desember 23, 2008 • 1 Komentar

Apabila memiliki sesuatu masalah atau peluang, sebelum memberikan      

respon segera kenali dulu diri kita.

 

  1. Bila sering berprasangka negatif  kepada orang lain, ganti dengan prasangka baik.
  2. Apakah terpengaruh oleh prinsip-prinsip yang ada di lingkungan anda, hati-hati kadang prinsip tersebut menyesatkan.prinsip kita hanyalah Allah SWT,  sebagai pedoman.
  3. Periksalah pikiran kita apakah masih ada pengalaman – pengalaman yang mempengaruhi cara pandang? Lupakanlah, mulailah dengan  ‘zero mind ‘’( Fitrah )
  4. Dalam mengambil keputusan apakah terpengaruh dengan vested interest ? Dengarlah suarahati, berpikirlah melingkar ( berpikir dengan mempertimbangkan berbagai aspek ) Dan bijak sana, baru tentukan prioritas, lalu sesuaikan dengan visi
  5. Apabila melihat suatu permasalahan, lihatlah dari seluruh sisi sudut pandang, jangan hanya dari satu sisi, melingkarlah.
  6. Jangan membandingkan sesuatu dengan persepsi pikiran sendiri, keluarlah dari persepsi diri Lihatlah diri kita dari luar.
  7. Apabila membaca literatur, ambillah sisi positifnya, bandingkan dengan suara hati anda, jika sesuai maka itulah yang di sebut anggukan universal, kebenaran akan ketetapan Allah.
  8. lihatlah suara hati yang mendorong anda berpikir jernih,  dengan selalu melakukan latihan repetitive magic power, atau bertasbih, mengucapkan subhanallah ,sambil mengingat kesucian sifat Allah.

 

 

Sungguh, kami telah ciptakan manusia Dan kami tahu apa yang di bisikan                  

Hatinya kepadanya .kami lebih dekat kepadanya dari urat leher nya.

 

-Q.S.50 Surat Qaaf Ayat 16-

 

(2)         Latihlah kecerdasan emosi yang telah anda miliki.kenali Dan pergunakan suara hati itu,mulai dari dari hal yal yang kecil, dari kebiasaan sehari – hari.Contoh sederhana :

                        -Mungkin selama ini, setelah mandi,anda gantungkan handuk

                        dengan sembarangan.  Sempurna!’’ Ikutilah, itu suara hati Sang Maha Teratur,

                         Baari’(Sang Maha Penata Keteraturan).

                       ,suara hati anda akan berbicara :’’Rapikanlah

                      -Pada saat membuang puntung rokok,mungkin anda membuang                                                                               

                   dengan seenaknya, tetapi ada suara hati yang berbicara :’’Jagalah

                  kebersihan!’’ Ikutilah,itu adalah suara hati yang maha Sang Maha Bersih,Al Hafiidz

                   (Yang maha menjaga)

Pop Art

•Oktober 4, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

FUCK FASHION!!!

( IZZI )

MASALAH PENDIDIKAN DI INDONESIA

•Agustus 29, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Berikut terdapat beberapa pandangan kawan kawan di proyek ketika kami berbincang bincang tentang masalah pendidikan yang baik agar dapat membentuk siswa menjadi figur yang kreaktip.

·        Seharusnya siswa bukan mengejar nilai kuantitatif tetapi nilai kualitatip. Nilai kualitatip dapat menyebabkan persaingan angka yang menimbulkan benih persaingan ± antara satu sama lain siswa, sikap tidak sehat ini akan terus tumbuh sejak SD.

Nilai kualitatip dapat dinyatakan seperti: penguasaan suatu bidang kurang bagus dan perlu perbaikan seperti melakukan tugas dstnya.

·        Sasaran anak anak di sekolah hanya dua yaitu: suka dan bisa,

Kalau anak tidak suka satu pelajaran, maka tanya kenapa. Orang tua perlu membantu seperti melakukan game-game sehingga anak menjadi suka. Kalau anak tidak bisa, maka tugas orang tua berihtiar agar anak menjadi bisa, apakah dengan guru les dsbnya.

Kalau anak sudah suka dan bisa maka hasilnya pasti bagus dan didiklah anak agar bersifat sportip, contohnya apabila temannya lebih bagus nilainya, harus besar hati untuk mengucapkan selamat kepada teman yang sukses dan menjadi motivasi baginya agar dapat mengikutinya.

·        Jangan tegur anak dengan kata: kalau nilaimu jeblok, maka kamu akan jadi anak bodoh ( ini memvonis dan doa orang tua ) tapi ucapkan kalau nilaimu jeblok, belajar lebih giat agar jadi anak pintar. Jadi jangan menakuti anak anak seperti jangan ceroboh dijalan, nanti ketabrak, tapi jangan ceroboh dijalan agar kamu selamat.

·        Di Luar negeri pelajaran sejarah dan essay merupakan yang tersulit sedang matematika adalah alat untuk menghitung sehingga wajib tahu tapi bukan sangat utama seperti di kita. Penguasaan sejarah menumbuhkan nasionalisme dan kemampuan essay untuk bisa berkomunikasi dengan baik. Pelajaran ahlak bisa masuk dalam karya essay agar terbentuk siswa yang ber pekerti baik. Belajar ilmu eksak tidak dengan menghafal rumus sehingga jadilah kita seperti operator yang hanya tahu memakai/menjalankan alat or rumus saja tanpa pernah tahu why dan belajar bagaimana membuat atau mengembangkan nya.

 

Tung Desem Waringin dalam buku Finansial Revolution ada menulis tentang seorang pelajar yang divonis bodoh oleh sekolahnya, ternyata berhasil menjadi pelajar terbaik dan ahirnya menjadi pengusaha yang sukses.

 

 

ORANG TUA ADALAH SANG MOTIVATOR

1.     Dari kalimat yang diucapkan setiap hari oleh sang orang tua pada anak mereka, Jika yang diperoleh sang anak tiap hari adalah motivasi negatip seperti: anak bodoh, tolol dll, maka kata itu akan menjadi rekaman penting di otak sang anak dan dia akan bersifat negatip terhadap problem hidupnya.

2.     Anakpun belajar motivasi hidup dari keteladanan yang diberikan kedua orang tuanya. Orang tua yang optimis dalam menghadapi kesulitan hidup dan selalu positip, akan membuat si anak mempunyai rekaman positip bagaimana seharusnya menjalani  kesulitan yang sedang dihadapi.

3.     Orang tua yang selalu mengajarkan untuk selalu memiliki harapan, akan mempunyai anak yang mampu berjuang mempertahankan hidupnya dan tidak mengenal putus asa.

4.     Orang tua yang selalu sinis takala tetangganya sukses akan menghasilkan anak yang selalu negatip atas kesuksesan orang lain

 

INIKAH TABIAT KITA ?

•Agustus 29, 2008 • 1 Komentar

( Renungan SetELAH Gempa dan Tsunami )

 

Layak direnungkan 10 ujaran yang Ditinggalkan Saudara Kita YANG Telah “Di Pahat“ Indah Pada Majalah Diding Di Masjid Lampulo Banda Aceh Persis 100 Meter JarakNya Dari Tepi Krueng Aceh Atau 1 km Dari Bibir Pantai Kawasan Setempat.

Barang Kali Yang Menempel Itupun Telah Duluan Syahid Pada Ahad 26 Desember 2004 yL KETIKA BENCANA MAHA DAHSYAT TSUNAMI TERJADI.

Penulis Itu Mungkin Mengajak Sebagian Besar Kita Yang Selama Ini Belum Pernah Adil Menatap Jalan Kehidupan. Bisa-bisa Ini Telah Menjadi Tabiat Mayoritas Kita.

Tabiat Yang Jelek, Lazim Mengakar Menjadi Rutinitas Yang Buruk Seperti Ujar Orang Bijak: “Pertama Kita Membentuk Kebiasaan, Lalu Kebiasaan Yang Membentuk Kita.”

Isi Pesan Ini Cemeti Bagi Kita.

 

Pesan Pertama.

Jika Ketempat Shalat Atau Pengajian, Kita Berlambat lambat Tapi Kalau Ketempat Hiburan Atau Olah Raga, kita berupaya seCepatnya apalagi bila itu Urusan Pemenuhan Hasrat Syahwat, Birahi dan Setan maka Kita rancang Secara Cermat dan Matang Agar Tak Ketinggalan.

Terik dan Hujan Sekalipun sudah diperhitungkan, Mantel dan payung Kita Selipkan, Namun Tak Begitu Kencang Kita berLari, Jika Itu Urusan Ukhrawi, Shalat dan Pengajian.

 

pesan Kedua.

Kalau Ketempat Shalat Kita Hanya Memenuhi ShafT Belakang, Tapi Kalau Ke anjang Hiburan atau Olah Raga, Kita Memilih Barisan Depan.

Jika Kita Pantau Isi Barisan Dalam masjid pada Hari Jumat MisalNya, Lama Sekali Penuhnya Shaf-shaf Depan Yang Suci Itu.

Manusia2 Yang Sibuk pada Berlambat lambat Ketempat Azan. Jika Mau Mungkin Cuma Jumat Atau Hanya Pada Dua Hari Raya. Lalu Melangkah Agak Tergesa-gesa Memilih Barisan Anak-anak Agak di Belakang, Ke dinding Putih untuk sandaran dan tidur.

malah Ada Yang Masuk Masjid Saat Aqad Nikah saja atau Manakala Jenajah Nya Dishalatkan.

Berbeda Jauh Dengan Rebutan Akan Bangku Dalam Ajang Hiburan Misalnya. Agar Tampak Betis dan Dada Artis, Kita Terengah-engah Berdesakan Masuk Lalu Memilih duduk  Dideretan Muka.

Padahal seMesti nya Kita Bersaing Memenuhi Shaf Pertama masjid, Setiap Azan, Setiap Hari dan Saban Jumat.

 

pesan Ketiga.

Kalau Untuk Jadwal Akhirat, Kita Menggeser-geserkan Atau Kalau Bisa Dibatalkan Tapi Untuk Jadwal Duniawi, Kita Prioritaskan.

Untuk Planning Yang Inti Nya Semata-mata Isi Perut, Atau Menebalkan Kantong, Kita Cepat-cepat Menyetujui. Namun Jika Itu Rencana Yang Cenderung Ke Keagamaan Yang Menguras Kantong, Kita Pertimbangkan. Nanti Saja Kita Kirim Jawaban, itupun Kalau Kita Sepakati.

Jika Ada Pertemuan, Rapat Proyek, Audensi Atau Kunjungan Dari Seorang Bapak Yang Berpangkat Atau Ibu Pejabat maka Kita Cancel Semua jadwal Kita yang Ada. Kita Ubah Semua Jadwal Balai Pengajian Kita Demi Kesenangan Bapak Atau Ibu Itu.

Tak Perduli apakah Itu Pengajian Rutin, Majelis Ta’lim, Halqah, Wirid, Yasinan, Ngaji Anak-anak, Atau Shalat berJamaah.

seMestinya Kita Nomor Satukan Jadwal Yang Telah Jelas Nuansa Ukhrawi. Lalu Kita Urutkan Seterusnya Agenda Yang Kelihatannya Bernuansa Duniawi.

 

pesan Keempat

Kalau Untuk Duniawi Seperti Nonton TV, Kita Bergadang dan Berlama-lama, Tapi Untuk Shalat Kita Sering Telat dan Secepat Kilat.

Kita Rela Minum Kopi Kental Buat Persiapan Nanti Malam Sebab Liga Demi Liga Sedang Bertarung Di Sana. Musim Kompetisi Sedang Di Gelar, Yang Diamati Dan Di Presenterkan Oleh Pembawa Acara Yang Aduhai.

Kita Hafal Nama Klub, Hingga Nama pemain Di Bangku Cadangan Juga Jam tayang Yang Tak Boleh Tertunda termasuk Siaran Ulangnya. Tontonan Itu dilakukan Bareng Atau Sendirian, Dua, tiga Atau empat Jam Itu Masih terasa Singkat!

Lapangan Hijau Sering Masuk Ke Kamar Kita Padahal Di Barat Bola Kaki Sudah Menjadi Agama Nomor Dua. Gereja Telah Lama DiGantikan Oleh Stadion.

Hari Ini Gejala Itu Sedang Merasuki Benak Segelintir Pemuda Kita. Persetan Dengan Agama, Lebih Kurang Demikian Katanya. Televisi Memang Bisa Memudaratkan, Jika Begini Liberalismenya.

Jika Sayup-sayup Di Meunasah Atau masjid Ada Jawaban Jamaah “ Amin”, Maka Disini, Di Depan Kotak Ajaib Inipun, Ada Koor “Gool”!!!

MestiNya kebiasaan jelek Ini Tak Terulang Lagi Dalam Hari dan Malam Kita, Lebih-lebih Jika Penonton Itu Ketiduran Saat Azan ATAU Mata Melotot Saat Siaran. Jika Sudah Parah Begini Kita bisa katakan Ini Manusia Berwajah Setan.

Jikapun Hobi sekali Nonton Hingga Larut, Mari Kita Imbangi dengan Tahajud dan Witir, Atau Shubuh Di Awal Waktu Juga. Ada Munajat Di Ujung Malam.

Shalat Harus Tenang dan Bersahaja. Belum Sah Jika tak Ada Dalam Rukunnya Thuma’ninah. Jangan Lagee den-den rhah ek Bagai Capung Cebok.

 

pesan Kelima,

Kalau Untuk bersantai, rekreasi, Kita Senang Memakai Fasilitas Mewah, Tapi Untuk Shalat, Sebagian Kita Menilai: Wah Itu Terlalu Mahal (Ini Juga Tren Kita, Orang Kaya, Di Kota Atau Desa).

Padahal Telah Disarankan, Dibacakan, Bahkan Diulang-ulang Akan Fadhilah Berjalan Kaki Ke Masjid, Kejamaah Atau Ketempat Baik. Tapi Kita Jawab Dengan berbagai Alasan seperti Hari Ini Kecapekan Atau Keletihan. Namun kenyataannya Nanti Dan Esok Sama Saja, Disibukkan. Padahal Azan masuk Di Gendang Telinga kita.

Jika Tenda korban tsunami, meunasah atau masjid berJarak agak jauh Lalu DiSarankan Membawa sepeda motor Atau Mobil, Kita Kuatir kendaraan Akan Tergores, Takut Kotor atau Kecurian.

Kita Pelit dan MeRASA Terlalu Mahal Harta Kita Untuk Tuhan, Namun sebaliknya Untuk Makan-makan, Berbelanja, Enjoy, Atau Jalan-jalan, Kita dengan Senang hati Keluarkan mobil Dari Garasi, dan Ikut Antrian.

 

pesan Keenam,

Kalau 20 ribu rupiah Untuk Sedekah, Menurut kita itu Sudah Besar. Tapi kalau Untuk Belanjaan, Itu Masih Kecil.

Sebab Ada Sebagian Kita Selalu Merasa Masih Sedikit Untuk Belanjaan. Walaupun Sudah Tiga Keranjang belanjaan Yang Dihitung kasir Di mall Atau pasar Swalayan, Kendatipun Yang Di Borong Itu Hanya “ Umpan Perut” Berupa: Bon-bon, Permen Karet, Kerupuk Atau Mie Instan. Sampah Yang Ditipu Oleh Iklan Dan Sering Menumpuk-numpuk Kantong Kemubaziran !.

‘Mubazir Adalah Saudara Setan, Setan Kufur Pada Allah“ Firman Tuhan.

Mestinya Kita Tak Tergoda Dengan GencarNya Iklan dan Tak Larut Bersama Orang Keluar Masuk Swalayan. Sebab Sering Itu Hanya Tipuan Yang Bukan Kebutuhan dan Bukan Tuntutan. Gengsi Biasanya Akan Menghancurkan.

Biasanya ”Sampah” itu akan mengIsi Lemari Rumah Atau Rak, atau Hanya akan Jadi Barang Pajangan, seharusnya Pajangan berupa Buku-buku dan Kitab-kitab.

Sisa Belanjaan Kita Buang Kebelakang. Membuang Makanan Atau Barang Bekas Sama Dengan Membuang Puluhan Ribuan Atau Uang Jutaan rupiah.

sampah Itu Musnah Seiring Dengan MusnahNya Kehidupan Padahal MestiNya Kita Sadar Yang Kekal Itu adalah Yang Kita Sedekahkan.

Kita seharusnya Terus Merasa Masih Kurang Untuk Celengan Amal Meskipun Hanya Sanggup Bersedekah Hingga 20 Ribu Rupiahan saja.

 

 

pesan Ketujuh,

Kalau Dari Koran Atau Media Massa Kita Yakin 100%, Tapi Kalau Dari Alquran dan Nabi, Kita Ragu-ragu Dulu. Ini Penyakit Orang Munafiq, Kafir, Musyrik, Yang Tak Pantas Menghinggapi qalbu Sang Mukmin.

Satu Lagi Perangai Jahat Adalah Meragukan Kebenaran, Biasa Lantaran Sok Pandai, diDebatkan dengan analisa Logika Baru Percaya. Memang Kadangkala Logikapun Menjadi Sembahan.

Memang Hadist pun Ada Yang Palsu. Namun Kenapa Atas Berita Media Kita Yakin Penuh?

Ingatlah bahwa Kita Wajib Yakini Ayat-ayat Tuhan Dengan Iman dan Nurani.

KITA Tak Perlu Serius Sekali Jika Itu Isu, Gosip, atau Fitnah Dari Media apalagi ikut ikutan menyebarkan beritanya.

 

pesan Kedelapan,

Kalau doa yang dipimpin ustadz Panjang, Kita Cepat Bosan, tapi Kalau Ngobrol Panjang Kita Tak Bosan-bosan.

Padahal Tuhan Senang Sang Hamba berdoa Panjang kepadanya.

 

pesan Kesembilan,

Kalau Baca Koran, Sebagian Kita Berhalaman-halaman, Tapi Kalau Baca Alqur’an, Cukup Satu Halaman. Inipun Kalau Sempat.

apakah tidak takut bila tinggal diBacakan saat Menjelang Ajal Di Kepala

 

Kesepuluh Yaitu Kalau Giliran Teken Jadup/ bANTUAN LANGSUNG TUNAI Atau Beras/ Minyak / Sarden / Mie, Kita Berdesak-desakan Ke Pekarangan Mesjid.

Tapi Kalau Menyahuti Seruan Azan, Sebahagian Kita Bermalas-malasan Masuk Mesjid, Mungkin Kesana Sepekan Sekali, Atau Setahun Dua Kali.

 

 

Disarikan dari tulisan  Muhammad Yakub Yahya

( Ketua Remaja Masjid RAYA BAITURRAHMAN dan Direktur TPQ Plus Baiturrahman Banda Aceh ( Serambi 18 Desember 2005 ).