SARAN DAN APLIKASI ZERO MIND PROCESS

•Desember 23, 2008 • 1 Komentar

Apabila memiliki sesuatu masalah atau peluang, sebelum memberikan      

respon segera kenali dulu diri kita.

 

  1. Bila sering berprasangka negatif  kepada orang lain, ganti dengan prasangka baik.
  2. Apakah terpengaruh oleh prinsip-prinsip yang ada di lingkungan anda, hati-hati kadang prinsip tersebut menyesatkan.prinsip kita hanyalah Allah SWT,  sebagai pedoman.
  3. Periksalah pikiran kita apakah masih ada pengalaman – pengalaman yang mempengaruhi cara pandang? Lupakanlah, mulailah dengan  ‘zero mind ‘’( Fitrah )
  4. Dalam mengambil keputusan apakah terpengaruh dengan vested interest ? Dengarlah suarahati, berpikirlah melingkar ( berpikir dengan mempertimbangkan berbagai aspek ) Dan bijak sana, baru tentukan prioritas, lalu sesuaikan dengan visi
  5. Apabila melihat suatu permasalahan, lihatlah dari seluruh sisi sudut pandang, jangan hanya dari satu sisi, melingkarlah.
  6. Jangan membandingkan sesuatu dengan persepsi pikiran sendiri, keluarlah dari persepsi diri Lihatlah diri kita dari luar.
  7. Apabila membaca literatur, ambillah sisi positifnya, bandingkan dengan suara hati anda, jika sesuai maka itulah yang di sebut anggukan universal, kebenaran akan ketetapan Allah.
  8. lihatlah suara hati yang mendorong anda berpikir jernih,  dengan selalu melakukan latihan repetitive magic power, atau bertasbih, mengucapkan subhanallah ,sambil mengingat kesucian sifat Allah.

 

 

Sungguh, kami telah ciptakan manusia Dan kami tahu apa yang di bisikan                  

Hatinya kepadanya .kami lebih dekat kepadanya dari urat leher nya.

 

-Q.S.50 Surat Qaaf Ayat 16-

 

(2)         Latihlah kecerdasan emosi yang telah anda miliki.kenali Dan pergunakan suara hati itu,mulai dari dari hal yal yang kecil, dari kebiasaan sehari – hari.Contoh sederhana :

                        -Mungkin selama ini, setelah mandi,anda gantungkan handuk

                        dengan sembarangan.  Sempurna!’’ Ikutilah, itu suara hati Sang Maha Teratur,

                         Baari’(Sang Maha Penata Keteraturan).

                       ,suara hati anda akan berbicara :’’Rapikanlah

                      -Pada saat membuang puntung rokok,mungkin anda membuang                                                                               

                   dengan seenaknya, tetapi ada suara hati yang berbicara :’’Jagalah

                  kebersihan!’’ Ikutilah,itu adalah suara hati yang maha Sang Maha Bersih,Al Hafiidz

                   (Yang maha menjaga)

Pop Art

•Oktober 4, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

FUCK FASHION!!!

( IZZI )

MASALAH PENDIDIKAN DI INDONESIA

•Agustus 29, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Berikut terdapat beberapa pandangan kawan kawan di proyek ketika kami berbincang bincang tentang masalah pendidikan yang baik agar dapat membentuk siswa menjadi figur yang kreaktip.

·        Seharusnya siswa bukan mengejar nilai kuantitatif tetapi nilai kualitatip. Nilai kualitatip dapat menyebabkan persaingan angka yang menimbulkan benih persaingan ± antara satu sama lain siswa, sikap tidak sehat ini akan terus tumbuh sejak SD.

Nilai kualitatip dapat dinyatakan seperti: penguasaan suatu bidang kurang bagus dan perlu perbaikan seperti melakukan tugas dstnya.

·        Sasaran anak anak di sekolah hanya dua yaitu: suka dan bisa,

Kalau anak tidak suka satu pelajaran, maka tanya kenapa. Orang tua perlu membantu seperti melakukan game-game sehingga anak menjadi suka. Kalau anak tidak bisa, maka tugas orang tua berihtiar agar anak menjadi bisa, apakah dengan guru les dsbnya.

Kalau anak sudah suka dan bisa maka hasilnya pasti bagus dan didiklah anak agar bersifat sportip, contohnya apabila temannya lebih bagus nilainya, harus besar hati untuk mengucapkan selamat kepada teman yang sukses dan menjadi motivasi baginya agar dapat mengikutinya.

·        Jangan tegur anak dengan kata: kalau nilaimu jeblok, maka kamu akan jadi anak bodoh ( ini memvonis dan doa orang tua ) tapi ucapkan kalau nilaimu jeblok, belajar lebih giat agar jadi anak pintar. Jadi jangan menakuti anak anak seperti jangan ceroboh dijalan, nanti ketabrak, tapi jangan ceroboh dijalan agar kamu selamat.

·        Di Luar negeri pelajaran sejarah dan essay merupakan yang tersulit sedang matematika adalah alat untuk menghitung sehingga wajib tahu tapi bukan sangat utama seperti di kita. Penguasaan sejarah menumbuhkan nasionalisme dan kemampuan essay untuk bisa berkomunikasi dengan baik. Pelajaran ahlak bisa masuk dalam karya essay agar terbentuk siswa yang ber pekerti baik. Belajar ilmu eksak tidak dengan menghafal rumus sehingga jadilah kita seperti operator yang hanya tahu memakai/menjalankan alat or rumus saja tanpa pernah tahu why dan belajar bagaimana membuat atau mengembangkan nya.

 

Tung Desem Waringin dalam buku Finansial Revolution ada menulis tentang seorang pelajar yang divonis bodoh oleh sekolahnya, ternyata berhasil menjadi pelajar terbaik dan ahirnya menjadi pengusaha yang sukses.

 

 

ORANG TUA ADALAH SANG MOTIVATOR

1.     Dari kalimat yang diucapkan setiap hari oleh sang orang tua pada anak mereka, Jika yang diperoleh sang anak tiap hari adalah motivasi negatip seperti: anak bodoh, tolol dll, maka kata itu akan menjadi rekaman penting di otak sang anak dan dia akan bersifat negatip terhadap problem hidupnya.

2.     Anakpun belajar motivasi hidup dari keteladanan yang diberikan kedua orang tuanya. Orang tua yang optimis dalam menghadapi kesulitan hidup dan selalu positip, akan membuat si anak mempunyai rekaman positip bagaimana seharusnya menjalani  kesulitan yang sedang dihadapi.

3.     Orang tua yang selalu mengajarkan untuk selalu memiliki harapan, akan mempunyai anak yang mampu berjuang mempertahankan hidupnya dan tidak mengenal putus asa.

4.     Orang tua yang selalu sinis takala tetangganya sukses akan menghasilkan anak yang selalu negatip atas kesuksesan orang lain

 

INIKAH TABIAT KITA ?

•Agustus 29, 2008 • 1 Komentar

( Renungan SetELAH Gempa dan Tsunami )

 

Layak direnungkan 10 ujaran yang Ditinggalkan Saudara Kita YANG Telah “Di Pahat“ Indah Pada Majalah Diding Di Masjid Lampulo Banda Aceh Persis 100 Meter JarakNya Dari Tepi Krueng Aceh Atau 1 km Dari Bibir Pantai Kawasan Setempat.

Barang Kali Yang Menempel Itupun Telah Duluan Syahid Pada Ahad 26 Desember 2004 yL KETIKA BENCANA MAHA DAHSYAT TSUNAMI TERJADI.

Penulis Itu Mungkin Mengajak Sebagian Besar Kita Yang Selama Ini Belum Pernah Adil Menatap Jalan Kehidupan. Bisa-bisa Ini Telah Menjadi Tabiat Mayoritas Kita.

Tabiat Yang Jelek, Lazim Mengakar Menjadi Rutinitas Yang Buruk Seperti Ujar Orang Bijak: “Pertama Kita Membentuk Kebiasaan, Lalu Kebiasaan Yang Membentuk Kita.”

Isi Pesan Ini Cemeti Bagi Kita.

 

Pesan Pertama.

Jika Ketempat Shalat Atau Pengajian, Kita Berlambat lambat Tapi Kalau Ketempat Hiburan Atau Olah Raga, kita berupaya seCepatnya apalagi bila itu Urusan Pemenuhan Hasrat Syahwat, Birahi dan Setan maka Kita rancang Secara Cermat dan Matang Agar Tak Ketinggalan.

Terik dan Hujan Sekalipun sudah diperhitungkan, Mantel dan payung Kita Selipkan, Namun Tak Begitu Kencang Kita berLari, Jika Itu Urusan Ukhrawi, Shalat dan Pengajian.

 

pesan Kedua.

Kalau Ketempat Shalat Kita Hanya Memenuhi ShafT Belakang, Tapi Kalau Ke anjang Hiburan atau Olah Raga, Kita Memilih Barisan Depan.

Jika Kita Pantau Isi Barisan Dalam masjid pada Hari Jumat MisalNya, Lama Sekali Penuhnya Shaf-shaf Depan Yang Suci Itu.

Manusia2 Yang Sibuk pada Berlambat lambat Ketempat Azan. Jika Mau Mungkin Cuma Jumat Atau Hanya Pada Dua Hari Raya. Lalu Melangkah Agak Tergesa-gesa Memilih Barisan Anak-anak Agak di Belakang, Ke dinding Putih untuk sandaran dan tidur.

malah Ada Yang Masuk Masjid Saat Aqad Nikah saja atau Manakala Jenajah Nya Dishalatkan.

Berbeda Jauh Dengan Rebutan Akan Bangku Dalam Ajang Hiburan Misalnya. Agar Tampak Betis dan Dada Artis, Kita Terengah-engah Berdesakan Masuk Lalu Memilih duduk  Dideretan Muka.

Padahal seMesti nya Kita Bersaing Memenuhi Shaf Pertama masjid, Setiap Azan, Setiap Hari dan Saban Jumat.

 

pesan Ketiga.

Kalau Untuk Jadwal Akhirat, Kita Menggeser-geserkan Atau Kalau Bisa Dibatalkan Tapi Untuk Jadwal Duniawi, Kita Prioritaskan.

Untuk Planning Yang Inti Nya Semata-mata Isi Perut, Atau Menebalkan Kantong, Kita Cepat-cepat Menyetujui. Namun Jika Itu Rencana Yang Cenderung Ke Keagamaan Yang Menguras Kantong, Kita Pertimbangkan. Nanti Saja Kita Kirim Jawaban, itupun Kalau Kita Sepakati.

Jika Ada Pertemuan, Rapat Proyek, Audensi Atau Kunjungan Dari Seorang Bapak Yang Berpangkat Atau Ibu Pejabat maka Kita Cancel Semua jadwal Kita yang Ada. Kita Ubah Semua Jadwal Balai Pengajian Kita Demi Kesenangan Bapak Atau Ibu Itu.

Tak Perduli apakah Itu Pengajian Rutin, Majelis Ta’lim, Halqah, Wirid, Yasinan, Ngaji Anak-anak, Atau Shalat berJamaah.

seMestinya Kita Nomor Satukan Jadwal Yang Telah Jelas Nuansa Ukhrawi. Lalu Kita Urutkan Seterusnya Agenda Yang Kelihatannya Bernuansa Duniawi.

 

pesan Keempat

Kalau Untuk Duniawi Seperti Nonton TV, Kita Bergadang dan Berlama-lama, Tapi Untuk Shalat Kita Sering Telat dan Secepat Kilat.

Kita Rela Minum Kopi Kental Buat Persiapan Nanti Malam Sebab Liga Demi Liga Sedang Bertarung Di Sana. Musim Kompetisi Sedang Di Gelar, Yang Diamati Dan Di Presenterkan Oleh Pembawa Acara Yang Aduhai.

Kita Hafal Nama Klub, Hingga Nama pemain Di Bangku Cadangan Juga Jam tayang Yang Tak Boleh Tertunda termasuk Siaran Ulangnya. Tontonan Itu dilakukan Bareng Atau Sendirian, Dua, tiga Atau empat Jam Itu Masih terasa Singkat!

Lapangan Hijau Sering Masuk Ke Kamar Kita Padahal Di Barat Bola Kaki Sudah Menjadi Agama Nomor Dua. Gereja Telah Lama DiGantikan Oleh Stadion.

Hari Ini Gejala Itu Sedang Merasuki Benak Segelintir Pemuda Kita. Persetan Dengan Agama, Lebih Kurang Demikian Katanya. Televisi Memang Bisa Memudaratkan, Jika Begini Liberalismenya.

Jika Sayup-sayup Di Meunasah Atau masjid Ada Jawaban Jamaah “ Amin”, Maka Disini, Di Depan Kotak Ajaib Inipun, Ada Koor “Gool”!!!

MestiNya kebiasaan jelek Ini Tak Terulang Lagi Dalam Hari dan Malam Kita, Lebih-lebih Jika Penonton Itu Ketiduran Saat Azan ATAU Mata Melotot Saat Siaran. Jika Sudah Parah Begini Kita bisa katakan Ini Manusia Berwajah Setan.

Jikapun Hobi sekali Nonton Hingga Larut, Mari Kita Imbangi dengan Tahajud dan Witir, Atau Shubuh Di Awal Waktu Juga. Ada Munajat Di Ujung Malam.

Shalat Harus Tenang dan Bersahaja. Belum Sah Jika tak Ada Dalam Rukunnya Thuma’ninah. Jangan Lagee den-den rhah ek Bagai Capung Cebok.

 

pesan Kelima,

Kalau Untuk bersantai, rekreasi, Kita Senang Memakai Fasilitas Mewah, Tapi Untuk Shalat, Sebagian Kita Menilai: Wah Itu Terlalu Mahal (Ini Juga Tren Kita, Orang Kaya, Di Kota Atau Desa).

Padahal Telah Disarankan, Dibacakan, Bahkan Diulang-ulang Akan Fadhilah Berjalan Kaki Ke Masjid, Kejamaah Atau Ketempat Baik. Tapi Kita Jawab Dengan berbagai Alasan seperti Hari Ini Kecapekan Atau Keletihan. Namun kenyataannya Nanti Dan Esok Sama Saja, Disibukkan. Padahal Azan masuk Di Gendang Telinga kita.

Jika Tenda korban tsunami, meunasah atau masjid berJarak agak jauh Lalu DiSarankan Membawa sepeda motor Atau Mobil, Kita Kuatir kendaraan Akan Tergores, Takut Kotor atau Kecurian.

Kita Pelit dan MeRASA Terlalu Mahal Harta Kita Untuk Tuhan, Namun sebaliknya Untuk Makan-makan, Berbelanja, Enjoy, Atau Jalan-jalan, Kita dengan Senang hati Keluarkan mobil Dari Garasi, dan Ikut Antrian.

 

pesan Keenam,

Kalau 20 ribu rupiah Untuk Sedekah, Menurut kita itu Sudah Besar. Tapi kalau Untuk Belanjaan, Itu Masih Kecil.

Sebab Ada Sebagian Kita Selalu Merasa Masih Sedikit Untuk Belanjaan. Walaupun Sudah Tiga Keranjang belanjaan Yang Dihitung kasir Di mall Atau pasar Swalayan, Kendatipun Yang Di Borong Itu Hanya “ Umpan Perut” Berupa: Bon-bon, Permen Karet, Kerupuk Atau Mie Instan. Sampah Yang Ditipu Oleh Iklan Dan Sering Menumpuk-numpuk Kantong Kemubaziran !.

‘Mubazir Adalah Saudara Setan, Setan Kufur Pada Allah“ Firman Tuhan.

Mestinya Kita Tak Tergoda Dengan GencarNya Iklan dan Tak Larut Bersama Orang Keluar Masuk Swalayan. Sebab Sering Itu Hanya Tipuan Yang Bukan Kebutuhan dan Bukan Tuntutan. Gengsi Biasanya Akan Menghancurkan.

Biasanya ”Sampah” itu akan mengIsi Lemari Rumah Atau Rak, atau Hanya akan Jadi Barang Pajangan, seharusnya Pajangan berupa Buku-buku dan Kitab-kitab.

Sisa Belanjaan Kita Buang Kebelakang. Membuang Makanan Atau Barang Bekas Sama Dengan Membuang Puluhan Ribuan Atau Uang Jutaan rupiah.

sampah Itu Musnah Seiring Dengan MusnahNya Kehidupan Padahal MestiNya Kita Sadar Yang Kekal Itu adalah Yang Kita Sedekahkan.

Kita seharusnya Terus Merasa Masih Kurang Untuk Celengan Amal Meskipun Hanya Sanggup Bersedekah Hingga 20 Ribu Rupiahan saja.

 

 

pesan Ketujuh,

Kalau Dari Koran Atau Media Massa Kita Yakin 100%, Tapi Kalau Dari Alquran dan Nabi, Kita Ragu-ragu Dulu. Ini Penyakit Orang Munafiq, Kafir, Musyrik, Yang Tak Pantas Menghinggapi qalbu Sang Mukmin.

Satu Lagi Perangai Jahat Adalah Meragukan Kebenaran, Biasa Lantaran Sok Pandai, diDebatkan dengan analisa Logika Baru Percaya. Memang Kadangkala Logikapun Menjadi Sembahan.

Memang Hadist pun Ada Yang Palsu. Namun Kenapa Atas Berita Media Kita Yakin Penuh?

Ingatlah bahwa Kita Wajib Yakini Ayat-ayat Tuhan Dengan Iman dan Nurani.

KITA Tak Perlu Serius Sekali Jika Itu Isu, Gosip, atau Fitnah Dari Media apalagi ikut ikutan menyebarkan beritanya.

 

pesan Kedelapan,

Kalau doa yang dipimpin ustadz Panjang, Kita Cepat Bosan, tapi Kalau Ngobrol Panjang Kita Tak Bosan-bosan.

Padahal Tuhan Senang Sang Hamba berdoa Panjang kepadanya.

 

pesan Kesembilan,

Kalau Baca Koran, Sebagian Kita Berhalaman-halaman, Tapi Kalau Baca Alqur’an, Cukup Satu Halaman. Inipun Kalau Sempat.

apakah tidak takut bila tinggal diBacakan saat Menjelang Ajal Di Kepala

 

Kesepuluh Yaitu Kalau Giliran Teken Jadup/ bANTUAN LANGSUNG TUNAI Atau Beras/ Minyak / Sarden / Mie, Kita Berdesak-desakan Ke Pekarangan Mesjid.

Tapi Kalau Menyahuti Seruan Azan, Sebahagian Kita Bermalas-malasan Masuk Mesjid, Mungkin Kesana Sepekan Sekali, Atau Setahun Dua Kali.

 

 

Disarikan dari tulisan  Muhammad Yakub Yahya

( Ketua Remaja Masjid RAYA BAITURRAHMAN dan Direktur TPQ Plus Baiturrahman Banda Aceh ( Serambi 18 Desember 2005 ).

 

IDENTIFIKASI SENYAWA ISOFLAVON PADA LIMBAH CAIR TAHU

•Juli 6, 2008 • 2 Komentar

By : Ira Syahirah, SSi

 

Latar Belakang

Dalam proses pembuatan tahu dihasilkan limbah padat dan limbah cair.  Limbah padat dapat digunakan untuk pakan ternak dan bahan baku pembuatan oncom, sedangkan limbah cair dibuang ke lingkungan.  Limbah cair tahu (LCT) ini secara berkala akan menjadi air limbah yang berpotensi mencemari lingkungan akibat terjadinya penguraian bahan organik yang tersisa yang dapat menimbulkan bau yang tidak sedap dan dapat mengganggu ekosistem dalam air.  Telah diteliti di dalam LCT masih mengandung bahan organik seperti karbohidrat, protein, dan senyawa golongan isoflavonoid yang dapat dimanfaatkan lebih lanjut.

Senyawa isoflavon memiliki banyak manfaat.  Beberapa penelitian terdahulu mengungkapkan kelebihan senyawa isoflavon yang potensial bagi kesehatan manusia, di antaranya adalah sebagai antioksidan, antitumor / antikanker, antikolesterol, antivirus, antialergi, dan dapat mencegah osteoporosis.  Oleh sebab itu, saat ini telah banyak dilakukan penelitian terhadap senyawa isoflavon. 

Senyawa isoflavon ini banyak terdapat dalam buah–buahan, sayur-sayuran, dan biji-bijian. Yang termasuk isoflavon di antaranya adalah genistin, daidzin, genistein, dan daidzein. Dilaporkan oleh Mazur (1998), dari beberapa bahan pangan yang telah dianalisis, diketahui kedelai menempati urutan pertama, mengandung daidzein 10,5 – 85 dan genistein 26,8 – 120,5 mg/100 g berat kering. Sedangkan urutan kedua biji semanggi (clover), hanya mengandung daidzein 0,178 dan genistein 0,323 mg/100 g berat kering.

Senyawa isoflavon juga terdapat dalam berbagai produk olahan kedelai yang dapat dikonsumsi seperti tahu, tempe,  bubuk kedelai dan tauco. Selain produk olahan tersebut, ternyata di dalam limbah cair hasil pengolahan tahu (LCT) juga terdapat senyawa isoflavon. Hal ini dapat dilakukan pembuktiannya dengan mengidentifikasi senyawa tersebut.

 

Mengenal Senyawa isoflavon

Flavonoida dan isoflavonoida adalah salah satu golongan senyawa metabolit sekunder yang banyak terdapat pada tumbuh – tumbuhan, khususnya dari golongan Leguminoceae / tanaman berbunga kupu – kupu .

Menurut Kudou et al, 1991, biji kedelai mengandung 3 tipe isoflavon dan masing-masing mempunyai 4 perbedaan bentuk kimia yaitu:

1.     Aglikon daidzein, genistein, dan glisitein

2.     Glikosida daidzin, genistin, dan glisitin

3.     Asetilglikosid 6”-O-asetildaidzin, 6”-O-asetilgenistin, dan 6”-O-asetilglisitin

4.     Malonilglikosid 6”-O-malonildaidzin, 6”-O-malonilgenistin, dan 6”-O-malonilglisitin

 

Berikut ini adalah gambar ” Struktur Kimia Isoflavon Kedelai ” :

( Klik di sini )

 

Selama proses fermentasi, ikatan –O-glikosida terhidrolisis, sehingga terbentuk senyawa gula dan aglikon bebas dari isoflavon.  Senyawa isoflavon aglikon ini dapat mengalami transformasi lebih lanjut membentuk senyawa transforman baru. 

Faktor-II (6,7,4’ trihidroksi isoflavon) merupakan senyawa yang sangat menarik perhatian, karena senyawa ini tidak terdapat pada kedelai dan hanya terdapat pada tempe.  Hal ini berarti senyawa ini terbentuk selama proses fermentasi akibat aktivitas mikroorganisme.  Senyawa ini ditemukan dalam ekstrak tepung tempe oleh Gyorgy pada tahun 1964.

Menurut Jha HC, 1985, faktor-II adalah senyawa yang sangat prospektif sebagai antioksidan (10 kali aktivitas vitamin A atau karboksi kroman dan sekitar 3 kali dari senyawa isoflavon aglikon lain pada tempe) dan sebagai antihemolitik.  Oleh sebab itu, perlu dilakukan penelitian mengenai karakterisasi mikroorganisme transforman, khususnya bakteri.  Menurut Barz et al, 1993, faktor-II dihasilkan melalui demetilasi glisitein oleh bakteri Brevibacterium epidermis dan Micrococcus luteus atau melalui reaksi hidroksilasi daidzein.

Menurut Geissman, 1962, mikroorganisme tidak mampu menyintesis senyawa flavonoida / isoflavonoida sehingga senyawa tersebut  tidak terdapat di dalam sel, meskipun mikroba – mikroba tertentu dapat menyintesis fenil alanin dan tirosin, yang merupakan prekursor biosintesis senyawa flavonoida /  isoflavonoida. Senyawa flavonoida / isoflavonoida hanya disintesis dan terdapat dalam tumbuh-tumbuhan. 

Pada saat ini senyawa isoflavonoida telah banyak dijual di pasaran dan mempunyai nilai ekonomis yang sangat tinggi.  Selama ini, senyawa isoflavonoida ditransformasi secara kimia, dengan resiko banyak memerlukan dan menghasilkan bahan kimia beracun.  Mengingat potensi mikroorganisme yang mampu mentransformasikan senyawa isoflavonoida secara alami dan aman (biotransformasi), maka peranan mikroorganisme perlu ditingkatkan untuk menghasilkan senyawa aktif yang bermanfaat untuk kesehatan.

 

Pemisahan Senyawa Isoflavon

Pemisahan dan pemurnian senyawa yang terdapat dalam LCT yang berbahan baku kedelai dilakukan dengan menggunakan beberapa teknik kromatografi. Pemilihan teknik kromatografi sebagian besar bergantung pada sifat kelarutan senyawa yang akan dipisahkan. Teknik kromatografi yang digunakan adalah kromatografi lapis tipis (KLT) dan kromatografi kolom. 

 

1.     Kromatografi Lapis Tipis (KLT)

Kromatografi Lapis Tipis (KLT) merupakan cara analisis cepat yang memerlukan bahan sangat sedikit, baik penyerap maupun cuplikannya.  KLT dapat digunakan untuk memisahkan senyawa – senyawa yang sifatnya hidrofobik seperti lipida – lipida dan hidrokarbon yang sukar dikerjakan dengan kromatografi kertas.  KLT juga dapat berguna untuk mencari eluen untuk kromatografi kolom, analisis fraksi yang diperoleh dari kromatografi kolom, identifikasi senyawa secara kromatografi, dan isolasi senyawa murni skala kecil.  Pelarut yang dipilih untuk pengembang disesuaikan dengan sifat kelarutan senyawa yang dianalisis.  Bahan lapisan tipis seperti silika gel adalah senyawa yang tidak bereaksi dengan pereaksi – pereaksi yang lebih reaktif seperti asam sulfat.

Data yang diperoleh dari KLT adalah nilai Rf yang berguna untuk identifikasi senyawa.  Nilai Rf untuk senyawa – senyawa murni dapat dibandingkan dengan nilai Rf dari senyawa standar.  Nilai Rf dapat didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh oleh senyawa dari titik asal dibagi dengan jarak yang ditempuh oleh pelarut dari titik asal.  Oleh karena itu bilangan Rf selalu lebih kecil dari 1,0.

 

2.     Kromatografi Kolom

Kromatografi kolom dapat digunakan untuk memisahkan suatu campuran.  Kolom ini diisi dengan serbuk penyerap zat padat (seperti selulosa, silika, atau poliamida) atau disebut dengan fasa tetap/diam dan dialiri/dielusi dengan pelarut yang cocok yang disebut fasa gerak.  Kolom hanya berupa tabung kaca yang dilengkapi dengan keran pada salah satu ujungnya.  Pelarut yang paling cocok untuk memisahkan komponen – komponen dalam suatu sampel sebagian besar harus ditentukan melalui percobaan.  Metode yang paling sederhana ialah melalui cara kromatografi lapis tipis.

Sejumlah kecil cuplikan campuran dimasukkan melalui sebelah atas dari kolom yang kemudian membentuk jalur – jalur serapan dari senyawa.  Bila pelarut dibiarkan mengalir melalui kolom, ia akan mengangkut senyawa – senyawa yang merupakan komponen – komponen campuran.  Kecepatan bergerak suatu komponen tergantung pada berapa besarnya komponen tersebut terhambat/tertahan oleh penyerap di dalam kolom.  Suatu senyawa yang diserap lemah akan bergerak lebih cepat daripada yang diserap kuat.  Akan terlihat bahwa jika perbedaan – perbedaan dalam serapan cukup besar, maka akan terjadi pemisahan yang sempurna.  Faktor – faktor yang mempengaruhi pemisahan oleh kromatografi kolom adalah penyerap yang digunakan, kepolaran kolom dan pelarut, ukuran kolom (panjang dan diameternya), dan kecepatan elusi.

 

Identifikasi Senyawa Isoflavon

1.     Uji Warna

Klasifikasi flavonoid dapat didasarkan pada perbedaan warna dengan zat tertentu.  Metode yang sering digunakan untuk membedakan masing-masing golongan ialah deteksi dengan uap amonia.  Menurut Markham, 1988, timbulnya warna biru terang dan lembayung pada plat KLT dengan sinar ultraviolet 366 nm menunjukkan adanya golongan isoflavon bila dikenai uap amonia.  Metode uji warna lainnya adalah penyemprotan dengan AlCl3 5%.  Menurut Geissman, 1962, timbulnya warna kuning flouresen setelah disemprot dengan AlCl3 5% menunjukkan adanya flavonoid. 

 

2.     Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT)

KCKT dapat digunakan untuk analisis, baik secara kualitatif maupun kuantitatif.  KCKT memiliki banyak keuntungan yaitu dapat dipakai untuk senyawa yang tidak tahan panas, waktu analisis relatif cepat, memiliki kepekaan dalam mendeteksi senyawa, kolom dapat dipakai kembali, mudah memperoleh kembali cuplikan, dan dapat menghasilkan pemisahan senyawa yang baik.

 

Berikut ini adalah gambar ” Bagan Kerja Isolasi Senyawa Isoflavon Pada Limbah Cair Tahu ” : ( Klik di sini )

PROSES PEMBUATAN BIODIESEL DENGAN BAHAN BAKU JATROPHA CURCAS ( JARAK PAGAR )

•Juli 5, 2008 • 14 Komentar

By : Ira Syahirah, SSi   “  A Researcher Biodiesel

 

I.                  Mengenal Jatropha curcas

1.           Mengapa Jatropha curcas ?

Jatropha curcas (jarak pagar) merupakan salah satu tanaman yang paling prospektif untuk diproses menjadi Biodiesel karena selain relatif mudah ditanam, toleransinya tinggi terhadap berbagai jenis tanah dan iklim, produksi minyak tinggi, serta minyak yang dihasilkan tidak dapat dikonsumsi oleh manusia sehingga tidak mengalami persaingan dengan minyak untuk pangan. Minyak jarak pagar berwujud cairan bening berwarna kuning dan tidak menjadi keruh sekalipun disimpan dalam jangka waktu lama.

Tanaman Jatropha curcas (jarak pagar) termasuk tanaman semak dari keluarga Euphorbiaceae yang tumbuh cepat dengan ketinggian mencapai 3 – 5 meter. Umumnya, seluruh bagian dari tanaman ini mengandung racun sehingga hampir tidak memiliki hama. Tanaman ini mulai berbuah pada umur 5 bulan, dan mencapai produktivitas penuh pada umur 5 tahun. Buahnya berbentuk elips dengan panjang sekitar 1 inchi (sekitar 2,5 cm) dan mengandung 2 – 3 biji. Usia Jatropha curcas apabila dirawat dengan baik, dapat mencapai 50 tahun.

2.           Penanaman

Penanaman jarak pagar dapat dilakukan sebagai berikut :

-         Penanaman dilakukan pada awal atau sebelum musim hujan. Tinggi bibit dari persemaian sudah mencapai minimal 30 cm.

-         Lapangan dibersihkan dan dibuat lubang 30 cm x 30 cm x 30 cm, jarak tanam 2m x 2 m, lalu dibiarkan selama 2 – 3 minggu.

-         Setelah bibit ditanam, bulan berikutnya dilakukan pembersihan gulma setiap bulan sampai 4 bulan berikutnya.

-         Pemupukan pada tahun pertama dilakukan 1/3 dosis dan tahun selanjutnya dengan dosis penuh. Dosis tersebut adalah 50 kg urea, 150 kg SP-36, dan 50 kg KCl / ha. Pada tanah yg kurang subur harus diberi kompos atau pupuk kandang sebanyak 2,5 – 5 ton / ha. Porsi urea dan KCl bisa ditingkatkan sampai maksimum 2 kali lipat.

-         Pemangkasan dilakukan sejak tanaman mencapai tinggi 1 m (umur 1 tahun). Pemangkasan pada ketinggian 20 cm dari pangkal batang, dilakukan setiap tahun untuk setiap trubusan baru.

 

3.           Panen dan Pasca Panen

Panen biji perlu dilakukan secara benar agar tidak diperoleh biji hampa, kadar minyak rendah, dan bahkan akan menyebabkan minyak menjadi asam. Berikut  beberapa cara penanganan biji di lapangan :

-         Panen dilakukan pada buah yang telah masak dengan ciri kulitnya hitam atau kulit buah terbuka.

-         Cara pemanenan yang efisien, yaitu buah diambil per malai dengan syarat jumlah buah yang matang lebih banyak dari buah mentah.

-         Buah sebelum disimpan terlebih dahulu dikeringkan untuk keperluan produksi minyak. Buah dapat langsung dikeringkan di bawah sinar matahari setiap hari sampai kulit buah mudah dipisahkan dari biji secara manual, tetapi untuk benih cukup diangin – anginkan atau dikeringkan di dalam oven suhu 60­ 0C.

-         Pemisahan kulit buah dilakukan dengan menggunakan tangan atau mesin. Selanjutnya, biji dikeringkan setiap hari sampai benar – benar kering (kadar air 7 – 10 %). Setelah kering, biji disimpan di dalam kantong plastik. Kantong – kantong plastik tersebut dimasukkan ke dalam karung plastik yang ditutup rapat menggunakan tali, kemudian disimpan di atas lantai beralas bata atau papan. Kemasan harus dihindarkan dari kontak langsung dengan lantai agar tidak lembab.

 

4.           Produktivitas Jatropha curcas

Produktivitas biji Jatropha curcas bergantung kepada kesuburan tanah. Seperti tanaman lainnya, semakin subur lahan maka produktivitasnya juga tinggi. Meskipun demikian, tanaman ini memiliki kelebihan yaitu dapat bertahan hidup dalam kondisi kekeringan yang ekstrim.

Menurut Hartono, 2006, produksi biji per hektar pada tanah normal sebesar 2.500 kg, dapat menghasilkan minyak sekitar 30 – 35 % atau 830 kg. Dan menurut Syah, 2006, 75 kg minyak jarak pagar menghasilkan 71,88 kg biodiesel. Dari kedua data tersebut di atas dapat diperkirakan bahwa untuk memproduksi biodiesel sebanyak 8 ton, diperlukan biji ± 25.000 kg.

Menurut Hartono, 2006, pada tanah normal dengan jarak tanam 2m x 2m yang jumlah tanamannya per hektar berkisar 2.500 tanaman, dan produksi biji per pohon per tahun adalah ± 5 kg. Sehingga biji sebanyak 25.000 kg  ( pabrik kapasitas 8 ton ) diperlukan lahan sekitar 740 hektar.

 

II.               Proses Pembuatan Biodiesel dari Jatropha curcas

Dalam proses pengolahan biji jarak menjadi biodiesel, dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu :

1.           Proses Pembuatan Crude Jatropha Oil (CJO)

-         Biji jarak dibersihkan dari kotoran dengan cara dicuci secara manual atau masinal (dengan mesin).

-         Biji direndam sekitar 5 menit di dalam air mendidih, kemudian ditiriskan sampai air tidak menetes lagi.

-         Biji dikeringkan dengan menggunakan alat pengering atau dijemur di bawah matahari sampai cukup kering, kemudian biji tersebut dimasukkan ke dalam mesin pemisah untuk memisahkan daging biji dari kulit bijinya.

-         Daging biji yang telah terpisah dari kulitnya, digiling dan siap untuk dipres. Lama tenggang waktu dari penggilingan ke pengepresan diupayakan sesingkat mungkin untuk menghindari oksidasi.

-         Proses pengepresan biasanya meninggalkan ampas yang masih mengandung 7 – 10 % minyak. Oleh sebab itu, ampas dari proses pengepresan dilakukan proses ekstraksi pelarut, sehingga ampasnya hanya mengandung minyak kurang dari 0,1% dari berat keringnya. Pelarut yang biasa digunakan adalah pelarut n – heksan dengan rentang didih 60 – 70 0C.

-         Tahap ini menghasilkan Crude Jatropha Oil (CJO), yang selanjutnya akan diproses menjadi Jatropha Oil (JO).

 

2.           Proses Pembuatan Biodiesel

a.     Reaksi Esterifikasi

CJO mempunyai komponen utama berupa trigliserida dan asam lemak bebas. Asam lemak bebas harus dihilangkan terlebih dahulu agar tidak mengganggu reaksi pembuatan biodiesel (reaksi transesterifikasi). Penghilangan asam lemak bebas ini dapat dilakukan melalui reaksi esterifikasi. Secara umum reaksi esterifikasi adalah sebagai berikut : (Klik di sini)

Pada reaksi ini asam lemak bebas direaksikan dengan metanol menjadi biodiesel sehingga tidak mengurangi perolehan biodiesel.

Tahap ini menghasilkan Jatropa Oil (JO) yang sudah tidak mengandung asam lemak bebas, sehingga dapat dikonversi menjadi biodiesel melalui reaksi transesterifikasi.

 

b.     Reaksi Transesterifikasi

Reaksi transesterifikasi merupakan reaksi utama dalam pembuatan biodiesel. Secara umum reaksi transesterifikasi adalah sebagai berikut : (Klik di sini)

Pada reaksi ini, trigliserida (minyak) bereaksi dengan metanol dalam katalis basa untuk menghasilkan biodiesel dan gliserol (gliserin).

Sampai tahap ini, pembuatan biodiesel telah selesai dan dapat digunakan sebagai bahan bakar yang mengurangi pemakaian solar.

 

Berikut ini adalah ” Diagram Alir Proses Pembuatan Biodiesel “ :

(Klik di sini)

 

Berikut ini adalah ” Skematik Tempat Pengolahan Jatropha ” :

(Klik di sini)

 

Berikut ini adalah ” Kualitas Biodiesel Hasil Proses Es-Trans Dibandingkan dengan Standar ” : (Klik di sini)

Ancaman Dan Celaan Bagi Orang Yang Meninggalkan Shalat

•Juni 24, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Rasulullah SAW. bersabda, “Barangsiapa meninggalkan shalat hingga terlewat waktunya, lalu ia mengqadhanya, maka ia akan disiksa di dalam neraka selama satu huqub, satu huqub sama dengan 80 tahun, dan satu tahun terdiri dari 360 hari. Sedangkan ukuran satu hari ( di akhirat ) adalah 1.000 tahun ( di dunia ).“

( Majalisul Abrar )

 

Di dalam lughat, huqub artinya waktu yang sangat panjang. Tetapi menurut kebanyakan hadist, bermakna seperti di atas, yaitu 80 tahun. Perhitungan demikian tertulis dalam kitab Durrul Mantsur.

Ali r.a. pernah ditanya oleh Hilal Hijri r.a., “Berapa lamakah satu huqub itu?” Ali r.a. menjawab, “Satu huqub  adalah 80 tahun, dan setahun adalah 12 bulan, dan setiap bulan adalah 30 hari dan satu hari sama dengan 1.000 tahun hari di akhirat.” Abdullah bin Mas’ud r.a. meriwayatkan dalam riwayat yang shahih bahwa satu huqub  sama dengan 80 tahun.

Abu Hurairah r.a. telah mendengar langsung dari Rasulullah SAW. bahwa satu huqub sama dengan 80 tahun dan satu tahun sama dengan 360 hari dan satu hari di akhirat sama dengan 1.000 tahun perhitunganmu ( di dunia ). Kemudian Abdullah bin Umar r.a. berkata, “Kita jangan merasa cukup bahwa dengan iman yang kita miliki, pada akhirnya kita akan diangkat dari neraka, yaitu bila akan diangkat dari neraka setelah 28.800.000 tahun. Dan apabila disebabkan oleh dosa lainnya, maka akan lebih lama lagi mendiami neraka.”

 

  

{ Kutipan dari Kitab Fadhail A’mal oleh Maulana Muhammad Zakariyya Al-Kandhalawi }

INGIN JADI ENTREPRENEUR ?

•Mei 11, 2008 • 2 Komentar

Jawab Dulu 7 Pertanyaan Ini

 

 

” Dikutip dari Harian Media Indonesia Oleh : Ciputra ( Pendiri Yayasan Ciputra Enterpreneur ) “

 

 

Panduan 7 pertanyaan penguji untuk mereka yang ingin jadi seorang enterpreneur yang sukses.

 

Pertanyaan 1 : Apakah Anda sangat passionate untuk jadi seorang enterpreneur ?

Kalau Anda ingin berhasil dalam enterpreneurship, Anda harus memiliki keinginan yang sangat besar, semangat baja dan percaya diri untuk jadi enterpreneur. Tidak bisa iseng – iseng untuk jadi enterpreneur, motivasi iseng – iseng tidak cukup kuat untuk menghadapi tantangannya. Anda harus rela dan berani bekerja dengan jam yang panjang, mencoba hal yang baru, tetap berusaha walau ditolak dan diabaikan, mau belajar dari kegagalan dan sebagainya.

 

Pertanyaan 2 : Apakah Anda melihat sebuah kesempatan besar melayani pasar secara kreatif ?

Kerap sekali kita melihat banyak orang gagal dalam bisnis karena tidak melihat peluang secara kreatif. Mereka hanya meng-copy keberhasilan orang lain tanpa menambahkan nilai – nilai kreativitas ke dalam produknya. Ada berapa banyak peluang itu sesungguhnya? Banyak sekali, tidak terhitung, masalahnya Anda harus melihatnya dengan kaca mata kreatif. Berapa banyak peluang yang bisa Anda lihat tergantung sejernih apa kaca mata kreativitas Anda ?

 

Pertanyaan 3 : Apakah Anda memiliki sebuah produk inovatif yang ketika Anda tawarkan, prospek Anda tidak mampu mengatakan tidak ?

Sebuah produk inovatif memberikan nilai tambah maksimum sedimikian rupa hingga konsumen tidak mampu mengatakan tidak ketika Anda menawarkannya. Oleh karena itu verifikasi asumsi – asumsi Anda, lakukan uji pasar dan perbarui terus ide Anda sampai Anda yakin pelanggan tidak sanggup mengatakan tidak ketika Anda menawarkannya.

 

Pertanyaan 4 : Apakah Anda memiliki kapasitas untuk memenangkan persaingan secara efektif ?

Pasar yang kita hadapi adalah pasar bebas yang membuka pintu lebar – lebar kepada persaingan. Jangan pernah masuk ke sebuah pasar tanpa memperhitungkan apa yang sedang dan akan dilakukan oleh pesaing. Pastikan bahwa pelanggan akan memilih Anda. Nasehat bisnis ini perlu Anda pikir baik – baik, be better not behind, if you are not better be different. Kalau belum better dan belum different, pekerjaan rumah Anda belum selesai.

 

Pertanyaan 5 : Apakah Anda tahu bagaimana menghasilkan produk atau jasa yang ingin Anda pasarkan dengan cara yang paling efisien ?

Setelah Anda memastikan bahwa pelanggan dapat Anda capai dan bisa puaskan maka pihak selanjutnya yang Anda harus puaskan adalah pemegang saham dan karyawan perusahaan. Mereka harus Anda layani dengan margin laba yang cukup untuk gaji dan dividen yang memuaskan. Oleh karena itu lakukanlah eksplorasi berbagai kemungkinan produksi yang termurah namun dengan kualitas yang terbaik.

 

Pertanyaan 6 : Apakah Anda tahu bagaimana caranya mendanai keseluruhan usaha baru Anda dengan biaya termurah setra resiko terendah sementara hasil terbaik tetap Anda dapatkan ?

Ada berbagai cara untuk mendanai sebuah usaha baru dan ada beragam besar resiko yang bisa terjadi. Anda bisa meminjam uang dari keluarga, teman, tetangga atau dari bank. Anda bisa mengajak teman jadi pemegang saham atau mengundang modal ventura untuk ikut memulai usaha. Setiap pilihan memiliki plus dan minus tersendiri, hasil akhir dan resiko yang berbeda. Oleh karena itu jangan hanya membuat sebuah model bisnis, kembangkan berbagai alternatif dan pilih yang terbaik.

 

Petanyaan 7 : Apakah Anda siap mengahadapi tuntutan kerja keras, resiko gagal dan rugi ?

Tidak ada gading yang tak retak, tidak pernah ada rencana yang sempurna. Dari pengalaman, perubahan dapat terjadi kapan saja. Oleh karena itu, penyesuaian – penyesuaian harus tetap dilakukan. Walaupun demikian, resiko gagal atau rugi ataupun resiko malu karena gagal tetap ada. Lakukan kalkulasi sebelumnya dan pastikan Anda berani menghadapinya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

RUNTUHNYA JEMBATAN TACOMA PADA TAHUN 1940

•Mei 7, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Pada tgl. 1 Juli 1940, jembatan Tacoma ( the Tacoma Narrows Bridge ) dengan resmi dibuka untuk lalu lintas. Sebuah bangunan yang indah dan menelan biaya sebesar  $ 6,4 juta. Sebegitu jauh, jembatan tersebut merupakan jembatan yang paling langsing dan luwes dibandingkan dengan jembatan – jembatan yang modern lainnya.

Dengan gelegar utama sepanjang 2800 feet, tingginya hanya 8 feet dan jarak antara kabel dan kabel adalah 39 feet. Semuanya ini menghasilkan suatu karya yang indah dan manis dengan lantai kendaraannya yang merentang seolah – olah seutas pita saja. Menaranya yang tinggi dan gelegar tepinya yang panjang menambah keluwesan design.

Proporsi – proporsi yang langsing itu, ditambah dengan bentuk irisan normalnya telah menyebabkan jembatan ini menjadi bahan ramalan mengenai nasibnya. Sejak permulaan, konstruksi sudah menunjukkan tanda – tanda ketidakstabilan, bahkan ketika para pekerja memasang jalan rayanya, gelegarnya begitu bergoyang, hingga para pekerja menjadi mabuk laut.

Pada tgl. 7 November 1940, kira – kira pkl. 07.00 pagi, gelegar utamanya mengalami suatu getaran diarah vertikal yang berlangsung selama 3 jam. Ketika itu angin bertiup dengan kecepatan 35 sampai 42 miles per jam. Cemas melihat tingkah laku gelegar jembatan, maka yang berwajib menutup jembatan untuk lalu lintas.

Pada pkl. 10.00 ketika truk terakhir telah meninggalkan jembatan, rasa – rasanya ada sesuatu yang putus dan tiba – tiba sifat gerakan jembatan berubah. Gerakan turun naik yang teratur berubah menjadi gerakan puntiran / torsi dengan dua gelombang. Gelagar utama bergelombang dalam dua bagian titik simpulnya di tengah – tengah.

Pada suatu ketika satu tepi jalannya terangkat setinggi 28 feet. Kemudian di waktu berikutnya, tepi itu berada 28 feet di bawah posisi statisnya. Gerakan puntiran mengakibatkan perputaran sudut kira – kira 450 dan silih berganti. Gelegar bergoyang dengan gelombang yang hebat, hingga rasa – rasanya sukar dipercaya bahwa gelegar dibuat dari baja dan bukan dari karet. Selama kira – kira setengah jam lebih jembatan bertahan dengan tabah, tetapi akhirnya menyerah juga.

Pada pkl. 10.30 terjadilah patahan pertama. Sebuah panel lantai di dekat tengah – tengah gelegar terlepas dan jatuh ke dalam air yang berada 208 feet dibawahnya, untuk satu saat, gerakan menjadi berkurang tetapi segera menghebat kembali.

Pada pkl. 11.00 patahan yang sesungguhnya terjadi. Sepanjang 600 feet dari gelagar utama di dekat titik perempatan sebelah barat terlepas dari gantungannya dan runtuh ke dalam air. Dengan runtuhnya bagian ini, diharapkan bahwa gerakan akan menjadi tenang. Tetapi tidak, tarian maut berjalan terus, bahkn sekarang gelegar tepinya turut mengambil bagian.

Akhirnya pada pkl. 11.10, hampir semua sisa – sisa dari gelegar utama terlepas pula dan runtuh. Akibat kehilangan berat imbangan dari gelegar utama, kabel digelegar utama terangkat ke atas, gelegar tepi yang panjangnya 1100 feet tiba – tiba melendut kira – kira 60 feet dan membentur tembok penahan tepi hingga terpental kembali untuk kemudian jatuh lagi kira – kira 30 feet. Menaranya menjadi miring ke arah luar dan semua gerakan – gerakan jembatan berhenti dengan cepat. Perjuangan sekarat dari sebuah jembatan besar telah berakhir dan unsur kekuatan alam tampil sebagai pemenang.

Sebab dari bencana segera dapat diketahui dan itu merupakan kombinasi dari dua faktor, yaitu keluwesan yang luar biasa dari gelegar dan yang lain adalah bentuk yang ganjil dari irisan normalnya. Keluwesan di arah sisi (lateral) bukan merupakan faktor dari keruntuhan. Yang ternyata kritis adalah kelangsingan di arah vertikal dari gelegar. Tinggi gelegar hanya dibuat 8 feet dengan bentang sebesar 2800 feet atau hanya 1/315 – nya bentang !

Runtuhnya jembatan Tacoma merupakan kegagalan yang paling spektakuler dalam sejarah jembatan, tetapi sekaligus telah merupakan sumbangan yang berharga bagi pemecahan persoalan getaran pada jembatan gantung dan karenanya telah menimbulkan pengertian akan suatu gejala yang disebut ketidakstabilan aerodynamica.

Runtuhnya jembatan Tacoma akibat unsur alam tersebut bukanlah kejadian yang pertama – tamanya. Juga sebelumnya sudah terjadi peristiwa – peristiwa itu, tetapi ketika itu persoalannya dilenyapkan oleh bunyi laporan yang menyebutkan bahwa runtuhnya jembatan disebabkan oleh angin yang luar biasa besarnya.

Dewasa ini jembatan Tacoma yang baru telah berdiri kembali dengan mempertahankan panjang bentang gelegar utamanya sebesar 2800 feet. Gelegar utamanya dibuat dari konstruksi rangka dan tingginya ada 33 feet, sedangkan jarak kabel dibuat 60 feet. Jembatan baru ini 15 % lebih berat dari yang pertama dan aman terhadap efek dynamis tekanan angin. Kembali para insinyur, berkat ketekunannya, berhasil menundukkan unsur alam yang merusak itu.

PENDEKATAN SECARA ISLAMI

•Mei 5, 2008 • 2 Komentar

Sinopsis

Kita mengetahui bahwa berhasilnya program sebuah perusahaan akan banyak ditentukan oleh dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh jajaran yang ada di tubuh perusahaan di samping dilakukannya audit secara komprehensif terhadap kerangka manajemen dari perusahaan tersebut. Dukungan dan partisipasi aktif dari orang lain ( istilah yang lebih menantang daripada digunakan istilah karyawan perusahaan ) baru akan didapat apabila strategi perusahaan “dapat dimengerti dan dapat diterima penuh” oleh mereka. Seorang tokoh orientalis dari zaman mutakhir ini Michael H. Hart telah mencatat bahwa Nabi Muhammad SAW adalah manusia satu – satunya yang paling berpengaruh dalam sejarah umat manusia dan paling berhasil dalam mempengaruhi dan mengajak orang dalam menjalankan syiar Islam. Mempelajari dan mengikuti langkah – langkah seperti yang dilakukan Rasulullah akan merupakan ibadah selama cermin diri, niat dan upaya yang dilakukan semata – mata Lillahi Ta’ala.

 

Perilaku Nabi Muhammad SAW dalam Mengajak Orang

Kita sebagai pribadi tentunya banyak menaruh perhatian terhadap apa yang kita inginkan dan perhatian atas keinginan ini berjalan seumur hidup kita. Tetapi ingatlah bahwa orang lain pun sama seperti kita, mereka pun sangat memperhatikan apa yang mereka inginkan. Oleh karena itu jalan yang terbaik untuk mempengaruhi orang lain adalah dengan memperhatikan apa yang mereka senangi dan menunjukkan kepadanya cara mendapatkan apa yang mereka inginkan. Renungkanlah ini!.

Seandainya kita hendak memerintah seseorang agar mengerjakan sesuatu yang sesuai dengan keinginan kita atau misalnya sebagai seorang guru kita tidak ingin murid – murid kita main – main di kelas, atau kita ingin menyuruh orang lain meninggalkan adat leluhurnya agar tidak dicampur adukkan dengan ajaran agama. Janganlah kita berceramah di depan mereka dan mengatakan bahwa apa yang mereka perbuat itu tidak baik apalagi sampai mengecamnya. Ini adalah sesuatu yang sangat sulit berhasil dan anda hanya akan membuang – buang tenaga saja. Juga jika anda mengaku sebagai seorang pendidik, tetapi hanya tau tentang nilai – nilai baik dan buruk saja, namun tak perduli akan jiwa si anak didik; maka anda akan sulit untuk berhasil dalam melaksanakan pendidikan tersebut.

·        Baiklah, sebagai ilustrasi mari kita ikuti halusnya cara Nabi Muhammad menyuruh para sahabatnya untuk bergerak ke garis depan, berjihad berjuang untuk membela agama Allah, Islam. Beliau selalu memulai perkataannya dengan : “Wahai kaum Mukminin, saya telah mencium bau syurga, maka barangsiapa ingin masuk surga (mati syahid), majulah ke medan perang…..dst“.

·        Tatkala datang perutusan Najran dari Yaman untuk menyatakan ke Islaman mereka dan meminta kepada Nabi Muhammad SAW agar dikirim bersama mereka seorang guru untuk mengajarkan Al-Qur’an dan ash-Sunnah serta seluk beluk Islam, maka Nabi Muhammad SAW tidak langsung memberi perintah kepada salah seorang sahabat, melainkan berkatalah beliau dengan nyaring: “Baiklah akan saya kirim bersama tuan – tuan seseorang yang terpercaya, benar – benar terpercaya!, Yang benar – benar terpecaya!”. Rupanya perkataan Nabi Muhammad SAW seperti di atas merupakan pancingan terhadap para sahabat, sehingga hasilnya para sahabat masing – masing sangat bersemangat untuk diutus oleh Nabi Muhammad SAW dan masing – masing berharap agar pilihan itu jatuh pada dirinya, hingga beruntung mendapat pengakuan dan kesaksian yang tak dapat diragukan lagi kebenarannya. Umar bin Khattab sendiri menceritakan sebagai berikut: “Sesungguhnya aku tak pernah berangan – angan untuk menjadi Amir, tetapi ketika itu aku tertarik dengan ucapan Rasulullah dan mengharapkan agar yang dimaksud oleh beliau itu adalah aku sendiri. Kami segera berangkat untuk shalat dhuhur. Dan tatkala Rasulullah selesai mengimani, beliau memberi salam, lalu menoleh ke sebelah kanan dan kiri. Aku mengulurkan badan agar kelihatan oleh beliau, tetapi beliau masih saja melayangkan pandangannya mencari – cari hingga akhirnya tampaklah olehnya Abu Ubaidah, maka dipanggilnya dia seraya bersabda:’Berangkatlah anda bersama mereka, dan selesaikanlah seandainya terjadi perselisihan diantara mereka dengan cara yang benar….!’. Maka dengan senang dan bangga atas perintah Nabi itu, Abu Ubaidah pun pergi bersama dengan orang – orang Najran itu”.

·        Dalam peristiwa persiapan perang Tabuk, Nabi Muhammad SAW memerintah Ali bin Abi Thalib agar tinggal bersama keluarganya. Dengan adanya kejadian itu orang – orang munafik itu. Maka Ali segera menemui Nabi dan mengadukan kepada beliau tentang ucapan yang telah didengarnya itu sambil mengusulkan untuk turut berperang. Menghadapi masalah yang sebenarnya agak rumit ini, maka Nabi Muhammad SAW cukup menjawabnya dengan sebuah pertanyaan: “Apakah engkau tidak rela kalau engkau bagiku bagaikan Harun bagi Musa?”. Nah, dengan pertanyaan itu rasa rendah dan rasa dihina oleh orang – orang munafik dalam diri Ali hilang seketika.

 

Hikmah yang Dapat Dipetik dari Perilaku Rasulullah

Dari kejadian di atas marilah kita tarik beberapa buah hikmah yaitu :

 

1. Untuk mengajak seseorang agar melakukan sesuatu yang baik dapat dilakukan dengan cara membangkitkan suatu keinginan yang kuat pada orang itu. Dasarnya tanyalah dahulu kepada diri sendiri:

·        “Bagaimana aku dapat mengemas ajakan baik ini sedemikian rupa agar mereka mau melakukan atas kemauan sendiri dan tidak merasa terpaksa / dipaksa?”.

·        “Bagaimanakah kira-kira jika ajakan itu untuk diri kita, apakah tidak keberatan dan bagaimana agar buat kita sendiri hal itu menjadi pantas?”.

2. Jika di dunia ini ada rahasia keberhasilan, maka rahasia itu terletak pada kecakapan untuk melihat melalui kecamata orang lain.

 

Penutup

Imam at-Thirmidzi meriwayatkan bahwa suatu ketika Anas r.a bertanya kepada Nabi Muhammad SAW: “Ya Rasulullah, apakah kami tidak boleh menyuruh orang berbuat baik sebelum kami mengerjakan semua kebaikan?, Dan tidak bolehkah kami melarang orang berbuat jahat, sebelum kami menjauhi sebelumnya?”. Maka Nabi Muhammad SAW menjawab: “Bahkan suruhlah orang berbuat baik, walaupun Anda belum meninggalkan semuanya!”.